TL;DR: Morpho baru saja raise $175M di $2B valuation dari a16z, Paradigm, dan Ribbit Capital. TVL Morpho sekarang $6.3B (vs Aave $12B). Tapi market cap MORPHO ($1.25B) sudah melebihi AAVE ($939M). Morpho bukan fork Aave, mereka mulai sebagai efficiency layer di atas Aave lalu pivoting ke protokol sendiri dengan model isolated market. Artikel ini breakdown perbandingan teknis, data kompetitif, dan apa artinya buat DeFi lending ke depan.
Disclaimer: Saya bukan financial advisor. Artikel ini catatan analisis pribadi, bukan rekomendasi investasi. Saya tidak punya posisi di MORPHO atau AAVE saat artikel ini ditulis. DYOR.

Latar Belakang

Pada 9 Juni 2026, Morpho ngumumin raise $175M yang dipimpin Paradigm, a16z Crypto, dan Ribbit Capital. Apollo Funds, Circle Ventures, dan VanEck ikut partisipasi. Valuasi $2B.

Buat yang gak ngikutin DeFi, Morpho adalah protokol lending terbesar kedua setelah Aave. TVL mereka $6.3B. Yang bikin berita ini menarik bukan cuma nominalnya, tapi beberapa hal lain:

Pertama, investasi masuk ke token MORPHO, bukan equity. Pricing berdasarkan rata-rata harga bulanan. Kedua, pesertanya termasuk Apollo Funds. Itu manajer aset institusional $500B+ yang biasanya gak nyentuh DeFi. Ketiga, ini terjadi di bear market. Bitcoin turun 50%, market lagi darah, tapi VC tetap taruh ratusan juta di DeFi lending.

Tapi yang lebih menarik dari beritanya adalah gimana posisi Morpho sekarang terhadap Aave. Karena dari data yang saya pull dari DefiLlama, ada beberapa hal yang bikin saya mikir ulang soal peta kompetisi DeFi lending.

Perbandingan Data

TVL

Bulan lalu Aave di $14.7B, Morpho $7.5B. Sekarang Aave $12B, Morpho $6.3B. Keduanya turun bareng karena bear market menggerus nilai aset.

Tapi perhatikan: Morpho turun lebih landai. -16% vs Aave -18%. Rasio Morpho/Aave naik dari 51% ke 52.5%. Bukan perubahan dramatis, tapi trend-nya konsisten. Morpho makin mendekat.

Tokenomics

MetrikAAVEMORPHO
Harga$61.87$1.94
Market Cap$939M$1.255B
FDV$990M$1.94B
ATH$661.69$4.17
Dari ATH-90.6%-53.5%
Circulating Supply15.18M646M

Ini yang paling bikin saya penasaran. Market cap MORPHO lebih tinggi dari AAVE ($1.255B vs $939M), padahal TVL Morpho cuma setengahnya.

Artinya market ngasih premium ke token MORPHO. Saya liat dua kemungkinan. Satu, market percaya Morpho bakal overtake Aave dalam 1-2 tahun. Dua, AAVE kena bear market lebih parah karena supply token lebih kecil dan sentimen ke protocol lama lebih jelek.

MORPHO dari ATH turun 53%. AAVE turun 90%. Ini mencerminkan perbedaan fase. AAVE cetak ATH di bull market 2021. MORPHO baru listing ~2025 dan belum ngalamin full cycle.

Chain Distribution

Aave beroperasi di 20+ chain. Yang paling gede: Ethereum ($2.6B), Plasma ($1.4B), Arbitrum ($690M), Base ($638M), Avalanche (~$410M).

Morpho lebih terpusat. Ethereum $5.1B, Base $3.8B, Hyperliquid L1 $371M, Monad $150M, Katana $136M.

Dua hal yang saya tangkap dari data ini:

Ethereum masih jadi medan utama buat kedua protocol. Tapi yang menarik adalah Base. Morpho punya $3.8B di Base. Itu 60% dari total TVL mereka. Ini agresif banget. Base lagi naik daun, dan Morpho berhasil capture market share di sana jauh di atas Aave (yang cuma punya $638M di Base).

Tapi konsekuensinya, diversifikasi Morpho lebih tipis. Top 2 chain mereka (Ethereum + Base) udah mencakup 85% TVL. Kalau sesuatu terjadi sama Base, Morpho kena dampak gede.

Revenue

Data dari dashboard Morpho: Total Deposits $10.07B, Active Loans $3.56B, Annualised Interests $219.5M, Annualised Curation Fees cuma $10.3M.

Revenue Morpho dari curation fees, fee yang dibayar curator buat ngelola pasar. $10.3M setahun. Lumayan, tapi kecil banget dibanding TVL. Aave generate revenue dari spread bunga dan liquidation fees, estimasi saya $200M+ setahun di market normal.

Morpho sengaja ambil fee lebih kecil. Strateginya fee rendah buat narik liquidity, lalu monetisasi lewat token appreciation. Belum terbukti sustain atau enggak.

Perbedaan Teknis

Saya liat perbedaan fundamental antara Aave dan Morpho sebagai berikut.

Aave pake model liquidity pool klasik. Satu pool buat satu aset. Parameter risiko diatur governance AAVE. Semua depositor di pool yang sama dapet yield yang sama. Semua borrower di pool yang sama bayar rate yang sama berdasarkan utilization.

Simple, proven sejak 2020, dan aman karena parameternya di-setting oleh governance terdesentralisasi. Tapi kaku. Mau listing aset baru? Butuh governance vote yang bisa makan waktu berminggu-minggu.

Morpho (Morpho Blue) pake isolated market. Siapa pun bisa buat market baru dengan parameter sendiri. LLTV, oracle, interest rate curve, collateral asset, semua bisa diatur. Setiap market isolated, jadi kalau satu market kena bad debt, market lain gak kena.

Fleksibelitas ini yang bikin Morpho menarik buat institusi. Mereka bisa bikin market dengan parameter khusus tanpa perlu minta izin governance. Tapi ada konsekuensinya. Butuh curator buat quality control. Market yang jelek bisa ngerugiin user. Dan liquidity jadi fragmented karena tersebar di banyak market kecil.

Yang menarik: Morpho gak lahir sebagai pesaing Aave. Mereka mulai sebagai P2P matching layer di ATAS Aave. Konsepnya gini: kalau ada lender dan borrower yang cocok, mereka di-match langsung tanpa lewat pool, dapet rate lebih bagus. Yang gak match tetap pake pool Aave.

Baru kemudian mereka develop Morpho Blue, protokol sendiri yang pisah total dari Aave. Founder Paul Frambot bilang ini evolusi natural. Saya liatnya sih ini pivot strategis yang jelas.

Siapa Penggunanya?

Dari artikel Fortune, user Morpho termasuk Coinbase, Kraken, Anchorage Digital, Galaxy Digital. Semua institusi crypto. Bukan retail DeFi trader biasa.

Aave users lebih luas. Dari retail depositor sampe institutional borrower. Salah satunya ya Morpho sendiri di awal.

Ini strategi yang jelas. Morpho nge-target institutional. Model isolated market emang lebih cocok buat mereka yang butuh parameter kustom. Aave lebih general purpose.

Tentang Funding $175M

Investor: Paradigm, a16z, Ribbit Capital, Apollo Funds, Circle Ventures, VanEck.

Yang bikin saya agak terkejut: Apollo Funds ada di sini. Mereka kelola $500B+ dan biasanya main di TradFi credit dan fixed income. Kalau mereka ikut, artinya modal institusional serius ngelirik DeFi lending.

Circle Ventures juga signifikan. USDC adalah stablecoin paling dominan di DeFi. Kolaborasi bisa berarti integrasi yang lebih dalam.

Tapi saya selalu ingat: ini investasi ke token, bukan equity. Bedanya, kalau protokol tumbuh token naik, investor untung. Tapi kalau gagal, gak ada klaim aset kayak equity. Jadi insentifnya alignment, tapi risikonya juga beda.

Posisi di Market

DeFi lending Juni 2026: Aave $12B (55% dominasi), Morpho $6.3B (29%), Compound ~$2.5B (11%), Maker/Spark ~$1B (5%).

Morpho udah mantap di posisi dua dengan gap jauh dari Compound. Tapi masih setengah dari Aave.

Growth rate Morpho dalam 6 bulan: dari $3.8B (Jan) ke $6.0B (Mar) ke $7.5B (Mei, puncak) terus turun ke $6.3B (Jun) karena bear market. Dari $3.8B ke $6.3B dalam 6 bulan termasuk pertumbuhan yang serius.

Risiko yang Saya Liat

Saya gak bisa nulis analisis tanpa ngomongin risiko. Beberapa yang saya pantau:

Bad debt di isolated market. Model ini dua sisi. Sisi positifnya isolasi risiko. Tapi sisi negatifnya liquidity fragmented dan market dengan parameter longgar bisa kena exploit. Morpho udah punya exposure terbatas ke exploit KelpDAO. Seiring makin banyak market, risiko makin besar.

Ketergantungan curator. Morpho gak sepenuhnya permissionless. Mereka punya sistem curator yang nentuin market mana yang direkomendasiin. Curated markets ini yang mayoritas TVL. Kalo curator-nya salah dalam risk assessment, bad debt bisa terjadi di curated markets.

Liquidity fragmentation. Aave punya satu pool USDC, semua di satu tempat. Likuidasi gampang, slippage kecil. Morpho punya banyak market USDC dengan parameter berbeda. Likuidasi lebih kompleks, likuidator harus cek tiap market.

Bear market credit risk. Waktu collateral turun, liquidasi massal terjadi. Aave dengan parameter lebih ketat punya margin of safety lebih gede. Parameter longgar di Morpho market bisa cascading.

Governance maturity. Aave punya governance mature dengan staking dan Safety Module. MORPHO token baru rilis ~2025. Governance-nya belum seterbukti.

Siapa yang Menang?

Saya pribadi gak percaya ada yang “menang” dalam waktu dekat. Pasar lending itu gede banget. Di TradFi aja credit market $100T+. DeFi lending baru $30T di puncak bull market.

Aave tetap unggul buat retail yang mau simplicity, borrower yang butuh liquidity dalem (satu pool besar), user di chain-chain non-Ethereum, dan yang prioritasin security track record.

Morpho unggul buat institusi yang butuh parameter kustom, market creator yang mau listing aset baru tanpa governance vote, user di Base, dan yang cari capital efficiency lebih tinggi.

Dari segi market cap, MORPHO sudah di atas AAVE. Market percaya potensi growth lebih besar. Tapi potensi dan realitas itu beda.

Empat hal yang saya pantau dalam 12 bulan ke depan: Apakah Morpho bisa maintain TVL di atas $6B pas bear market ini? Apakah Aave V4 bisa jawab tantangan isolated market? Apakah institutional adoption beneran terjadi atau cuma narasi? Dan gimana dampak bear market ke credit risk di protocol lending?

Yang jelas, kompetisi ini sehat. Dua protokol besar saling dorong jadi lebih baik. Dan yang diuntungkan ya kita, user DeFi.


Referensi: