TL;DR: CEO Intercontinental Exchange (induk NYSE) bilang Hyperliquid "lebih besar dari NASDAQ" dan cuma dikerjain 11 orang. Grayscale sebut dia "financial services juggernaut". HYPE token naik 94% dalam 3 bulan, market cap $15.1 miliar. Ini penjelasan dari nol: apa itu Hyperliquid, kenapa beda dari DEX lain, dan apa yang perlu kamu tau.
⚠️ Disclaimer: Semua yang ditulis di sini adalah catatan pribadi, bukan saran keuangan atau ajakan investasi. Saya bukan financial advisor. Risiko rugi ada di setiap keputusan crypto. Selalu DYOR (*do your own research*) sebelum ambil keputusan.

“It’s Bigger Than NASDAQ. It’s 11 People.”

27 Mei 2026, Jeffrey Sprecher ngomong di konferensi Bernstein. Sprecher ini CEO Intercontinental Exchange, induk perusahaan dari NYSE (New York Stock Exchange). Salah satu orang paling powerful di dunia keuangan tradisional.

Yang dia bilang soal Hyperliquid:

“This Hyperliquid that we’re talking, if you haven’t heard about it, it’s bigger than NASDAQ, okay? It’s 11 people. You look at it, you’re like, wow, that’s pretty something.”

Dia juga bilang tim Hyperliquid “very, very smart people” dan udah ketemu mereka beberapa kali.

Tiga hari kemudian, 30 Mei 2026, Grayscale Research nerbitin laporan yang nyebut Hyperliquid “could become a financial services juggernaut”. Dua raksasa keuangan tradisional, dalam satu minggu, ngomong hal yang sama soal satu DEX crypto.

Jadi sebenernya apa itu Hyperliquid?

DEX yang Rasanya Kayak CEX

Kalau kamu pernah trading di Binance atau Bybit, interface Hyperliquid bakal kerasa familiar. Order book real-time, limit order, stop loss, take profit, leverage sampai 50x. Bedanya: ini semua on-chain, di blockchain sendiri.

Kebanyakan DEX (Uniswap, PancakeSwap) pake model AMM (Automated Market Maker). Kamu swap token langsung ke pool likuiditas, harga ditentukan algoritma. Simple, tapi slippage bisa gede kalau order besar.

Hyperliquid pendekatannya beda. Dia pake Central Limit Order Book (CLOB), sama persis kayak yang dipake Binance atau NYSE. Ada maker, ada taker, harga ketemu di tengah. Bedanya: semua matching order terjadi di blockchain, bukan di server sentralisasi.

Dan yang bikin saya kaget: gas fee-nya nol. Kamu pasang order, cancel order, gak bayar gas sama sekali. Tim Hyperliquid yang subsidize. Rasanya persis kayak trading di CEX, tapi dana tetap di wallet kamu sendiri.

Blockchain Khusus Trading

Hyperliquid bukan DEX yang numpang di Ethereum atau Solana. Dia bangun blockchain sendiri dari nol, namanya Hyperliquid L1, pake konsensus custom yang disebut HyperBFT.

Kenapa harus bikin chain sendiri? Karena trading butuh kecepatan ekstrem. Block time Hyperliquid cuma ~0.2 detik. Throughput-nya sekitar 100.000 order per detik. Kalau numpang di Ethereum (12 detik block time) atau bahkan Solana (~0.4 detik), pengalaman trading-nya gak akan sehalus ini.

Hasnya: Hyperliquid nge-handle volume perpetual futures sekitar $2.9 triliun sepanjang 2025. Revenue-nya? Sekitar $800 juta di tahun yang sama. Untuk konteks, itu lebih gede dari revenue beberapa exchange crypto ternama.

Dan lagi: Hyperliquid gak pernah nerima VC funding. Zero. Tim yang dipimpin Jeff Yan (ex-quant trader di Citadel Securities, lulusan Harvard CS) membangun semuanya dari kantong sendiri. Di dunia crypto yang penuh project dapet ratusan juta dollar dari VC, ini langka banget.

HYPE Token: Airdrop $10 Miliar

29 November 2024, HYPE token launch. Yang bikin geger: airdrop-nya.

310 juta HYPE token (31% total supply) didistribusiin ke sekitar 94.000 wallet. Ini berdasarkan sistem points yang udah jalan dari awal 2023: makin banyak trading volume di Hyperliquid, makin banyak points, makin banyak token yang didapet.

Harga launch: sekitar $3.50. Beberapa hari kemudian: $10+. Puncaknya Desember 2024: ~$35 per token.

Saya hitung kasar: kalau rata-rata claimer dapet sekitar 3.300 HYPE, di harga puncak itu sekitar $115.000 per wallet. Banyak yang dapet lebih. Ada yang dapet kurang. Tapi secara total, airdrop ini bernilai sekitar $10 miliar di harga puncak. Salah satu airdrop terbesar dalam sejarah crypto.

Per Mei 2026, HYPE di sekitar $67 dengan market cap ~$15.1 miliar. Dalam 3 bulan terakhir, harga naik 94%. Bahkan 21Shares dan Bitwise udah launching spot HYPE ETFs yang narik $53 juan gabungan di beberapa sesi trading pertama.

Kenapa Institusi Mulai Lirik

Balik ke Sprecher. Yang menarik dari komentar dia bukan cuma pujian, tapi konteksnya. Dia ngomong soal Hyperliquid di sesi yang sama soal CFTC (Commodity Futures Trading Commission) baru aja approve perpetual futures pertama yang regulated di AS, lewat platform Kalshi.

Sprecher bilang: Hyperliquid trading derivatif minyak di weekend, pas market ICE tutup. Volume-nya naik pas tensi Timur Tengah meningkat. Pertanyaannya: “Kenapa kamu larang kita melakukan ini kalau ini udah terjadi?”

Grayscale, di laporan 30 Mei 2026, nambahin: Hyperliquid juga udah expand ke tokenized equities, komoditas, dan prediction markets lewat standar HIP-3 dan HIP-4. Mereka nulis:

“Hyperliquid is not directly comparable to another project in either crypto or traditional finance.”

FalconX, di laporan terpisah 25 Mei, nyebut Hyperliquid sebagai penantang CME Group, Kalshi, dan Polymarket sekaligus.

Tapi perlu dicatat: Hyperliquid nolak pengguna dari AS. Semua momentum ini terjadi di luar yurisdiksi AS. CFTC approval perp futures di Kalshi justru bisa jadi ancaman: kalau ada alternatif regulated, kenapa trader AS harus pake yang unregulated?

Apa yang Bisa Dilakukan di Hyperliquid (Buat Pemula)

Kalau kamu baru mulai dan cuma tau Uniswap, ini yang bisa dilakuin di Hyperliquid:

  • Trading perpetual futures: Long/short BTC, ETH, SOL, dan 100+ aset lain. Leverage sampai 50x. Gak perlu KYC (tapi juga gak ada proteksi regulasi).
  • Spot trading: Beli jual token langsung, termasuk HYPE.
  • Market making: Jadi liquidity provider di order book dan dapetin fee.
  • Builder codes: Kalau kamu developer, bikin frontend trading sendiri dan dapetin fee share.
  • HyperEVM: Sejak Februari 2025, ada EVM-compatible environment di Hyperliquid L1. Artinya: developer bisa deploy smart contract Solidity di atas Hyperliquid. Sudah ada lending protocol, yield strategy, bahkan meme coins.

Risiko yang Perlu Kamu Catat

Saya gak mau nulis ini tanpa nge-highlight risikonya.

Flash crash: Baru-baru ini, kontrak SPACEX-USDH di Hyperliquid ngalamin flash crash 45% yang nge-wipe $1.5 juta. Di venue yang gak teregulasi, ini bisa terjadi tanpa ada circuit breaker.

Validator terpusat: Blockchain-nya Hyperliquid belum se-decentralized Ethereum atau Bitcoin. Validator set-nya masih kecil, meskipun terus bertumbuh.

Gak ada regulasi: Dana kamu di wallet sendiri, tapi kalau ada exploit atau bug di smart contract, gak ada yang bisa diadukan. Ini trade-off klasik DeFi.

HYPE volatile: Grayscale sendiri ngingetin kalo HYPE “highly volatile”. Dari $3.50 ke $35, turun lagi, naik lagi ke $67. Volatility-nya gede.

Kenapa Ini Penting (Menurut Saya)

Yang bikin Hyperliquid menarik bukan cuma angka-angkanya. Tapi narasinya.

Sebuah DEX yang gak pernah nerima VC, dibangun 11 orang, yang revenue-nya $800 juta setahun. CEO NYSE sampe ngomong “lebih besar dari NASDAQ”. Grayscale bikin laporan khusus. Spot ETF-nya udah live.

Ini bukan project crypto yang nge-hype tanpa substansi. Ada produk nyata, ada volume nyata, ada revenue nyata. Apakah itu artinya aman? Gak juga. Apakah HYPE bakal terus naik? Saya gak tau, dan siapapun yang bilang tau juga bohong.

Tapi kalau kamu mau tau satu DEX yang paling banyak dibahas di 2026, ini dia.

Sumber: CoinDesk (29 Mei 2026), CoinDesk (30 Mei 2026), Grayscale Research Report