Kalau sudah punya VPS 8 GB atau 16 GB, pertanyaannya wajar: daripada sebagian besar RAM menganggur, kenapa tidak menjalankan dua atau tiga OptimAI Core Node sekaligus?
Masalahnya, kapasitas server bukan satu-satunya batasan. Untuk node yang terhubung ke jaringan dan sistem reward, ada tiga lapisan lain yang lebih penting: apakah software mendukung lebih dari satu instance, bagaimana identity node dicatat, dan apakah jaringan menganggap beberapa proses itu sebagai kontribusi yang berbeda.
Untuk OptimAI, jawaban dokumentasinya saat ini cukup konservatif.
Jawaban singkat: jangan anggap multi-node didukung
Dokumentasi Core Node OptimAI menjelaskan kebutuhan untuk satu operator: akun OptimAI, Docker yang aktif, lalu perintah optimai-cli node start. Tidak ada flag instance, profile, port, data directory, atau nama container yang bisa dipakai untuk membuat node kedua secara resmi.
Repository CLI juga mencantumkan troubleshooting untuk pesan:
Another node instance is already running
Instruksi resminya adalah mengecek node aktif dengan:
optimai-cli node status
Lalu menghentikan proses yang aktif bila memang perlu. Itu bukan dokumentasi multi-node. Itu guard agar operator tidak menjalankan proses kedua secara tidak sengaja.
Jadi, posisi yang paling jujur bukan “mustahil secara teknis”, melainkan: multi-node dalam satu VPS belum didokumentasikan atau didukung oleh OptimAI.
Kenapa RAM besar tidak cukup
Kebutuhan resmi satu Core Node adalah 4 GB RAM minimum, 8 GB direkomendasikan, 2 CPU core, dan 15 GB ruang disk. Angka itu adalah baseline, bukan lisensi untuk membagi server menjadi beberapa node.
Core Node dapat menerima workload seperti browser-native tasks, extraction, compute, validation, dan campaign execution. Beban nyata bisa berubah mengikuti task yang diterima jaringan. Dua proses yang sama-sama sedang aktif bisa saling berebut CPU, RAM, bandwidth, storage I/O, dan kapasitas Docker.
Kalau satu instance mulai lambat, restart berulang, atau kehilangan koneksi ketika instance lain sedang bekerja, uptime dan reliability justru berisiko turun. Dokumentasi OptimAI menyebut uptime, hasil yang diterima, dan kualitas validasi sebagai bagian dari node reputation. Membuat dua proses tidak otomatis menghasilkan dua kontribusi yang sehat.
Risiko yang belum dijawab dokumentasi
Belum ada penjelasan resmi tentang hal-hal berikut:
- Apakah satu akun boleh dipakai oleh lebih dari satu Core Node.
- Apakah dua node dari IP publik yang sama dihitung sebagai dua operator.
- Bagaimana reward dicatat jika beberapa proses memakai identitas atau kredensial yang sama.
- Apakah Docker container, token login, atau state lokal akan saling berbenturan.
- Apakah campaign tertentu membatasi satu perangkat atau satu akun.
Tanpa jawaban resmi, menjalankan instance kedua berarti mengambil risiko atas reward tracking dan stabilitas node sendiri. Saya tidak menyarankan mengakali process lock, menyalin credential, atau memodifikasi file internal hanya untuk melihat apakah proses kedua bisa hidup.
Cek node yang sudah aktif
Sebelum menganggap node mati atau tergoda menjalankan perintah start sekali lagi, cek dulu statusnya:
optimai-cli node status
Untuk melihat proses dan container yang sedang berjalan di Linux:
ps aux | grep optimai
docker ps
docker stats --no-stream
Lalu cek kondisi server:
free -h
df -h
uptime
Command di atas tidak membuat node baru. Tujuannya hanya memastikan apakah node yang ada masih aktif dan apakah server punya pressure pada RAM, disk, atau load average.
Setup yang lebih aman
Sampai ada panduan resmi, saya melihat tiga pilihan yang lebih masuk akal.
Satu Core Node di satu VPS. Ini konfigurasi yang paling dekat dengan dokumentasi. Monitoring, restart, dan troubleshooting lebih sederhana.
Pisahkan workload lain dari node. Kalau VPS dipakai untuk bot, aplikasi, database, atau service lain, sisakan headroom. Jangan menghitung kebutuhan node hanya dari kondisi idle.
Pakai VPS atau perangkat terpisah jika memang perlu operasi lain. Ini bukan saran untuk membuat akun atau node tambahan demi mengejar reward. Maksudnya adalah isolasi operasional: satu node yang terdokumentasi, satu server untuk workload pribadi.
Kapan artikel ini perlu diperbarui
Artikel ini akan berubah jika OptimAI menerbitkan salah satu dari berikut:
- Panduan multi-instance atau multi-device.
- Batas resmi per akun, perangkat, atau IP.
- Opsi profile atau data directory di CLI.
- Penjelasan reward untuk operator dengan beberapa node.
- Dokumentasi resource limit per workload.
Sampai saat itu, anggap Another node instance is already running sebagai sinyal untuk memeriksa proses pertama, bukan celah yang harus dilewati.
Buat setup awal, baca dulu tutorial install OptimAI Core Node di VPS. Fokusnya satu node yang stabil, up-to-date, dan mudah dipantau. Itu lebih berguna daripada beberapa instance yang status dan reward-nya tidak jelas.
Sumber: